1 Memberi Nafkah untuk Keluarga Lebih Afdhol dari Sedekah Tathowwu’ (Sunnah) 2. Akan Menuai Pahala yang Belipat 3. Termasuk Sedekah 4. Harta yang Dinafakahi Semakin Berkah dan Akan Diberi Ganti 5. Akan Dimintai Pertanggungjawaban 6. Mendapatkan Penghalang dari Siksa Neraka 1. ApaSaja Keutamaan Mengajak Istri Jalan-jalan? 80 Jawaban. umma Answer Official “Orang yang paling Allah cintai adalah orang yang paling memberi manfaat kepada sesamanya. Sedangkan amalan yang paling Allah SWT cintai adalah engkau menggembirakan hati seseorang muslim, atau engkau menghilangkan suatu kesukaran dalam hidupnya, atau engkau PendapatUlama Tentang 2 Ayat Al Baqarah. Imam Nawawi menyatakan bahwa maksud Allah Ta’ala memberi kecukupan adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, 2 ayat tersebut jadi pengganti shalat malam. Selain itu, ada juga ulama yang menyampaikan bahwa ketika baca 2 ayat terakhir Al Baqarah di malam hari maka ia dijauhkan Berdasarkanfirman Allah di atas, keutamaan dan keistimewaan Alquran bagi umat Islam antara lain: 1. Alquran adalah pedoman hidup. Alquran yang merupakan wahyu dari Allah SWT yang turun kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril. Tidak hanya berupa tulisan tanpa makna, melainkan memiliki makna mendalam, karena Alquran adalah kalamullah yang Beliauditanya, “Apa saja, wahai Rasulullah?” Setelah mengetahui keutamaan dan penting amalan ini dalam kehidupan masyarakat muslimin, tentu tak layak apabila kita remehkan. Lebih-lebih, berkaitan dengan pendidikan anak-anak kita. “Aku pernah melihat Ibnu Umar memberi salam kepada anak-anak kecil di kuttab. A7KWaJ. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID dNr2AppCjuig9gNliUFmYT6j6pLxJv3QL5Sqr7iFSoc_StKCZlbgOQ== DALAM Islam saling memberi hadiah sangat amat dianjurkan, Rasulullah ﷺ pun mengajarkannya. Dengan memberi hadiah ternyata dapat memberi pengaruh besar, salah satunya mempererat silaturahmi dan mempersatukan yang tadinya terpisah. Bisa dikatakan ini dapat memperbaiki hubungan satu sama lain. Berikut ada beberapa hal mengenai memberi hadiah yang jangan sampai kamu lewatkan! 1. Menerimanya dan Berusaha Membalasnya Sebagaimana yang dikatakan Aisyah ra, “Rasulullah ﷺ biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.” HR. Bukhari. Ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk saling memberi hadiah satu sama lain, agar didapati rasa persaudaraan dan saling menghormati pemberian tersebut. Hal ini pun dapat memberikan rasa saling peduli satu sama lain. Hal ini pun membuat hati-hati tiap pemberi dan penerima merasa senang. BACA JUGA Sudahkah Anda Memberi Hadiah pada Tetangga? 2. Tetap Memberi Hadiah Walau Jumlahnya Sedikit Saking utamanya saling memberi hadiah, bahkan saat sedang dalam situasi tidak melimpah pun kita masih dianjurkan memberi hadiah. Maka tidak harus memberi suatu hal yang mahal atau besar, sedikit asalkan ikhlas pun insyaAllah menjadi amal kebaikan di sisi Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW ﷺ, “Wahai para wanita muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kamping yang diberi.” HR. Bukhari dan Muslim. 3. Menimbulkan Rasa Cinta Foto Unsplash Bukan hanya dianjurkan, tapi banyak juga hikmah dari saling memberi hadiah. Salah satunya adalah dapat menimbulkan rasa cinta. Bagaimana tidak, hal itu menunjukkan ada kepedulian dan rasa kasih sayang antara sesama muslim. Sebagaimana dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” HR. Bukhari Muslim. Sebagaimana juga dalam Islam diajarkan berjabat tangan, hal itu juga akan membuat hilangnya kedengkian. Begitu pun memberi hadiah, hal tersebut akan menghilangkan rasa kebencian satu sama lain. Hal tersebut tercantum dalam HR. Malik, “Saling bersalamanlah berjabat tanganlah, maka akan hilanglah kedengkian dendam. Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” BACA JUGA Memberi Hadiah di Hajatan, Bagaimana Hukumnya? 4. Hendaknya Hadiah diterima, Janganlah ditolak Foto Unsplash Sebagai seorang muslim janganlah kita menolak pemberian seseorang. Karena bisa jadi hal itu melukai hati seseorang yang memberi. Maka kita bisa menghargai seseorang dan juga menerima hadiahnya. Karena kita pun harus tetap menjaga perasaan orang lain. Jangan sampai apa yang kita lakukan memberikan perasaan yang kurang nyaman. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Terimalah hadiah, janganlah menolaknya, janganlah memukul kaum muslim.” HR. Bukhari. Tetapi jika ada alasan yang jelas, maka boleh saja hadiah tersebut dikembalikan. Hal itu sebagaimana hadist Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Bawalah pakaianmu ini kepada Abu Jahm dan bawalah untukku ambijaaniyahna Abu Jahm, sesungguhnya pakaian in telah melalaikan aku dari shalatku.” 5. Jangan Mengharap Hadiah Kita dikembalikan Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang meminta kembali hadiahnya seperti anjing muntah lalu menelan muntahnya sendiri.” HR. Bukhari dan Muslim. Tetapi berbeda halnya dengan seorang ayah, karena seorang ayah masih bisa mengambil kembali apa yang ia berikan kepada anak-anaknya. Hal itu tertera dalam hadits Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. “Tidak halal bagi seseorang memberikan suatu pemberian kemudian ia memintanya kembali kecuali ayah pada apa yang ia berikan kepada anaknya maka boleh diminta kembali. Permisalan orang yang memberi hadiah lantas ia memintanya kembali seperti anjing yang makan, lalu ketika ia kenyang, ia muntahkan, kemudian ia menelan muntahannya.” Itulah beberapa keutamaan yang harus kita perhatikan. Adapun keutamaan yang lain adalah seperti jangan mengungkit-ngungkit pemberian. Adapun keutamaan memberi hadiah antara suami dan istri membuat semakin langgengnya pernikahan dan cinta keduanya. BACA JUGA Soal Memberi dan Menerima Hadiah, Ini yang Dianjurkan Nabi Bahkan di dalam Islam pun kita boleh memberi hadiah kepada non muslim dan boleh juga menerimanya. Begitulah keindahan yang ada dalam Islam. Semua diajarkan untuk saling menyayangi satu sama lain dan saling peduli serta ingat dengan saudaranya. SUMBER Memberi makan orang yang berpuasa memiliki begitu banyak keutamaan, apalagi saat bulan Ramadhan seperti saat ini, dimana pahala yang akan didapatkan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Belum lagi di tambah dengan masa pandemi yang membuat kondisi Saat ini perhatian semua orang sedang terfokus kepada virus corona. Bagaimana tidak, virus yang semula muncul pada tahun 2019 ini sudah ditetapkan statusnya sebagai pandemi oleh badan kesehatan dunia WHO karena telah menyerang banyak sekali manusia di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Republik Indonesia sendiri memprediksi, jika wabah ini terus berlanjut hingga 29 Mei mendatang, artinya kita akan melewati bulan suci bagi seluruh muslim di dunia yaitu Ramadhan. Hal ini tentunya menjadi sebuah keresahan tersendiri mengingat kejadian seperti ini sangat jarang terjadi. Namun, sebagai seorang muslim kita tidak boleh lengah, jangan sampai sebuah wabah menjadikan lalai dalam beribadah. Setelah kita semua berusaha dengan maksimal, harus juga disertai dengan bertawakal kepada Allah. Tetap melaksanakan shalat dengan tata cara yang sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia MUI dan para ulama, dan tidak lupa juga tetap bersedekah dengan harta yang kita miliki. Pahala memberi makan orang puasa Pahala memberi makan orang puasa1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa2. Salah Satu Jalan Menuju Surga3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta6. Sedekah akan Meredam Murka Allah7. Sedekah akan Memadamkan Dosa8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Berhubung Ramadhan sudah dekat, selain wajib berpuasa bagi setiap orang beriman, ada lagi satu ibadah sederhana yang apabila kita lakukan, maka akan mendapat pahala sangat banyak. Ibadah tersebut adalah bersedekah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apa saja sih keutamaannya? Berikut ada 8 keutamaan memberi makan orang berpuasa yang sudah kami rangkum untuk Sahabat semuanya. Dibaca hingga akhir ya, Sahabat 1. Memberi Makan Orang Berpuasa Pahalanya Sama dengan Orang yang Berpuasa Siapa yang tidak ingin dengan hanya sekali puasa, tapi pahala puasanya dobel? Nah, kalau Sahabat ingin seperti itu, satu kegiatan ini cocok banget untuk kamu aplikasikan. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5 192. Bukankah, hal tersebut begitu menguntungkan? 2. Salah Satu Jalan Menuju Surga Tak perlu bingung mencari cara biar bisa dapat tiket surga. Nah, salah satu bekalnya adalah dengan memberi makan orang yang berpuasa. Apalagi jika dilengkapi dengan ikut berpuasa juga, melaksanakan shalat malam dan selalu berkata jujur dalam setiap aktivitasnya. “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang Arab baduy berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” HR. Tirmidzi no. 1984 3. Shalat, Puasa dan Sedekah Dapat Mengantarkan pada Ridha Allah Ibnu Rajab Al-Hambali menyatakan, “Puasa, shalat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, Shalat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298 Hayo, apa engga semakin termotivasi? 4. Sedekah akan Menyelamatkan Seseorang dari Panasnya Hari Kiamat Setiap orang nantinya akan mendapat naungan dari amal baiknya di padang mahsyar hingga ia mendapatkan keputusan. Nah, salah satu kebaikan yang bisa kamu lakukan adalah bersedekah dengan cara memberi makan orang yang berpuasa. Sederhana bukan? 5. Sedekah akan Menambah Berkah Harta “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” HR. Muslim, no. 2588. Dijelaskan oleh Imam Nawawi, maksud dari hadits di atas adalah Harta tersebut akan diberkahi dan akan dihilangkan berbagai dampak bahaya padanya. Kekurangan harta tersebut akan ditutup dengan secara bentuk harta tersebut berkurang, namun kekurangan tadi akan ditutup dengan pahala di sisi Allah dan akan terus ditambah dengan kelipatan yang amat banyak. Syarh Shahih Muslim, 16 128 6. Sedekah akan Meredam Murka Allah Sedekah menjadikan Allah lebih sayang kepada seorang manusia dan meredam murkanya Allah. Masa sih kamu gamau disayang oleh Allah? Caranya pun gampang, salah satunya dengan memberi makan orang berpuasa. 7. Sedekah akan Memadamkan Dosa Sahabat pasti tahu kan kalau air itu bisa memadamkan api? Nah seperti itu juga dengan sedekah. Sedekah itu ibaratkan air, dan dosa itu ibaratkan api. Dengan sedekah memberi makan orang berpuasa, bisa memadamkan dosa-dosamu Sahabat. 8. Mendapat Berkah dari Doa Orang yang Berpuasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda “Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, Do’a orang yang terdzolimi.” Pasti mau kan didoakan oleh orang yang berpuasa? Baca Juga 20 Tips Sederhana Mempersiapkan Ramadhan — Sahabat Itulah beberapa keutamaan yang bisa didapatkan dengan cara memberi makan orang berpuasa. Tentunya kita mau ya mendapatkan semua keutamaan itu. Tunggu apa lagi Sahabat, yuk siapkan sedekah terbaikmu dengan salah satu caranya adalah memberi makan orang berpuasa. Mau ya? Klik di sini jika kamu ingin memberi makan untuk berbuka puasa di pedalaman. JAKARTA-Salah satu pesan Rasulullah SAW dalam dakwah saat Haji Wada adalah saling menasihati sesama umat Islam. Nasihat dipesankan Rasulullah agar ketakwaan dan ketaatan kepada Allah terus meningkat. "Memberikan nasihat agar menjadikan kita semua tetap dalam ketakwaan dan taat kepada Allah SWT," kata Ustazah Lilis Yulistiawati, pendiri Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an, saat menyampaikan tausiyah virtualnya, Sabtu 4/7. Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah Muhammad, ketakwaan dan ketaatan harus di atas segalanya. Apalagi hal itu sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim dan teladan kita semua baginda Rasulullah SAW."Saling memberikan nasihat agar kita senatiasa mentaati Allah SWT," katanya. Di dalam Alquran surah Al Maidah ayat 45 Allah SWT telah menegaskan tentang manusia mesti taat terhadap perintahnya. "Siapa saja yang tidak memerintah dengan apa yang Allah turunkan al-Quran, mereka itulah kaum zalim."Selain saling menasihati, Rasulullah juga berpesan agar kita selalu berpegang teguh pada Alquran dan as-Sunnah. Beliau Muhammad SAW telah menjamin saiapapun yang istiqamah berpegang teguh pada keduanya, tak akan pernah tersesat selama-lamanya. "Sebaliknya ketika kita tidak berpegang teguh pada Alquran dan as-Sunnah maka akan mengundang murka Allah SWT," corona adalah bagian dari ujian keistiqomahan ini, maka dari itu tidak jarang orang tidak istiqomah setelah mengalami musibah. Oleh karena itu perayaan qurban khususnya pada saat pandemi corona saat ini haruslah jadi sejatinya adalah perayaan kedekatan dan ketaatan diri kita kepada Allah SWT. Ketaatan ini diukur dengan seberapa besar kesungguhan kita menghadirkan pemberian terbaik pada aspek kehidupan kita. Baik ibadah mahdhah kepada Allah seperti sholat, puasa atau ibadah yang mempunyai dimensi kemanusian seperti zakat, shadaqah, qurban. "Bahkan ibadah dalam menjalankan aktifitas kekhalifahan di muka bumi mengatur bumi ini sesuai dengan perintah Allah SWT," Lilis berharap, semoga esensi dari ibadah qurban ini tidak hanya terbatas pada kegiatan rutinitas tahunan saja, akan tetapi betul-betul bisa kita pahami esensinya sekaligus kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sehingga terbentuk keluarga dan masyarakat yang sejahtera."Dan terbangun negara yang baldatun thoyyibatun warabbul ghofur sebagai buah dari ketaatan kepada Allah SWT agar kehidupan kita selamat di dunia dan di akhirat," katanya. Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat muslim karena menjadi bulan penuh rahmat Allah. Di bulan ini pun, segala bentuk amalan ibadah akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk amalan membaca Al-Quran. Tak hanya mendapatkan pahala berlipat, ternyata ada banyak keutamaan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan ini. Artikel terkait 10 Manfaat Membaca Al-Quran yang Perlu Diketahui Keluarga Sebetulnya, saat tak Ramadhan pun umat muslim tetap dianjurkan untuk membaca dan mengamalkan kitab yang menjadi pedoman hidup umat muslim ini. Bahkan dikatakan pengandaian seorang muslim yang membacanya dalam hadits Muttafaq Alaih. “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Quran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca AL-Quran adalah seperti kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis, Orang munafik yang membaca Al-Quran adalah seperti tumbuhan raihaanah kemangi; aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Quranadalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit,” HR. Bukhari-Muslim. Ramadhan sendiri merupakan momen pertama kalinya Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur. Oleh karena itu, membaca dan mentadaburi isinya amat dianjurkan bagi setiap umat Islam. Lalu apa saja keutamaan yang bisa didapatkan? Keutamaan membaca Al-Quran 1. Mendapatkan pahala berkali lipat Dalam hadits disebutkan bahwa berbagai amalan yang kita lakukan akan berkali lipat pahalanya asalkan disertai dengan niat yang baik. Niat yang dimaksud ialah keinginan untuk beribadah karena Allah, termasuk dalam membaca Al-Quran. “Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah kepada ketaatan, wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan.” Al Hadist. Artikel Terkait Yuk, baca doa anjuran dari Rasulullah agar terhindar dari berbagai penyakit 2. Mendapat ketenangan hati Membaca Al-Quran secara rutin membuat hati kita menjadi jauh lebih tenang. Sebagaimana yang telah Allah SWT sebutkan bahwasanya kalamullah bisa menjadi obat dari segala penyakit jiwa. وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌۭ وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًۭا “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim Al-Qur’an itu hanya akan menambah kerugian.” QS. Al-Isra [17] ayat 82 3. Keutamaan membaca Al-Quran bisa mendapat syafaat Bagi umat muslim yang rutin membaca dan mengkaji Al-Quran, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Al-Quran yang ia baca akan memberikan syafaat di hari kiamat kelak. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan dalam hadits berikut. اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut Dar Ihya’ Ihya’ al-Turats al-Arabi, tt, juz 1, hal. 553. 4. Berada bersama para malaikat Seseorang yang cinta pada Al-Quran dan senantiasa membacanya, akan Allah tempatkan bersama para malaikat-Nya. عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّلَهُ أَجْرَانِ » “Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala,” HR. Muslim. Artikel Terkait 6 Amalan ibadah bagi perempuan haid di bulan suci Ramadhan, apa saja? 5. Menjadikan waktu lebih produktif Saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan, alangkah baiknya kita memang mengisinya dengan berbagai amalan yang bernilai baik untuk bekal di akhirat. Kita tak pernah tahu, apakah di tahun selanjut kan kita masih akan berjumpa dengan Ramadhan, ataukah ini merupakan Ramadhan kita yang terakhir. Oleh karena itu, kita hendaknya menjalani bulan suci ini dengan ibadah secara maksimal, termasuk di dalamnya membaca dan mengkaji Al-Quran. 6. Diangkat derajatnya Allah SWT berjanji pada hambaNya bahwa siapa pun yang memuliakan Al-Quran akan diangkat derajatnya. Inikah yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khatab radiyalahu anhu, bahwa Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda. اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wata’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” Nah Parents, itulah berbagai keutamaan membaca Al-Quran baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat Ramadhan. Mari mengisi waktu di bulan Ramadhan dengan amalan-amalan positif seperti membaca dan mengkaji Al-Quran. Baca Juga Ramadhan tiba, ajarkan 7 makna puasa ini pada si kecil, yuk! Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

apa saja keutamaan memberi